Sabtu, 23 Juli 2011

Izinkanlah aku



Bila langit boleh bersaksi
Kapan aku mulai jatuh hati
Bila angin malam bisa menjadi saksi mata
Dimanakah aku mulai jatuh cinta
Ketika bunga berguguran di taman kota
Aku teringat saat kita bersama-sama
Tertawa, bercanda, tanpa rasa apapun
Tapi ketika itu aku merasakan suatu debaran
Debaran hati setiap dekat denganmu
Debaran hati setiap ku lihat senyumanmu
Bahkan setiap ku memikirkan mu
                Kapankah aku mulai jatuh cinta?
                Hari itu, saat itu, dan detik itu juga
                Akhirnya aku tahu, bahwa rasa ini adalah cinta
                Saat ku melihatmu setelah sekian lama
                Badai, topan seakan menyerbu hatiku seketika
                Perasaanku kian tak menentu tiap berhadapan denganmu
Aku sudah tahu, tanpa harus diberi tahu
Kau tak akan pernah menjadi milikku
Namun tak dapat ku kendalikan
Perasaan cinta yang kian hari kian memberontak
Meski berulang kali ku coba ingkari,
Ku coba hindari,
Ku coba bohongi hati ini
Kenapa bayangmu selalu menghantui?
                Kupu-kupu dan bunga
                Pohon dan rantingnya
                Tuhan telah menciptakan semua berpasang-pasangan
                Tapi kenapa aku berbeda?
                Kenapa aku harus menderita?
                Menderita karna aku menyayangimu
                Menderita karna aku mencintaimu
                 Menderita karna ku selalu merindukanmu
                Menderita karna kita tak mungkin bersatu
Tuhan, andai perasaanku ini seringan debu
Kan ku tiup hingga terbang  jauh dariku
Namun apa daya?
Perasaanku ini ternyata keras seperti batu
Keras, dan sangat kuat
Sulit untuk menghapus segala rasa untukmu
                Kini kau berada jauh dariku
                Entah dimana...
                Apakah kau ingat padaku seperti aku yang selalu mengingatmu?
                Kurasa tidak...
                Bagimu aku hanyalah angin lalu
                Namun ketahuilah,
                Kau adalah semangat hidupku
                Bahkan dalam saat terburukku sekalipun
Kini, disini, di tempat ini aku merindukanmu
Merindukan senyumanmu
Merindukan suaramu
Merindukan cintamu yang bahkan tak kan pernah ku miliki
Tak ada yang dapat ku lakukan
Aku hanya bisa memandang bintang-bintang  di langit
Berharap mereka dapat mengerti perasaanku
Dapat menyampaikan rasa terpendam ini
Bahwa aku mencintaimu
Dan betapa aku merindukanmu
Aku hanya berharap
Perasaanku ini tidak menganggumu
Karna bagaimanapun kita tidak akan bisa bersatu
Namun hanya satu permintaanku
Izinkanlah aku mengagumimu di dalam hati
Izinkanlah aku mencintaimu
Hingga habis rasa ini untukmu

1 komentar: